Wednesday, August 27, 2008

KOMPLEK SITAS PRODUK INDUSTRI

Dari mulai pensil yang Anda pakai di kanor samapi operasi kunci putar untuk pembangkit tenaga listrik -prodak dan jasa industri sangat beragam dan kompleks sehingga hampir tidak mungkin untuk membuat pernyataan valid tentang semuanya secara universal. Peneliti di seluruh dunia telah mengembangkan tipologi berbeda untuk mengurangi besarnya kompleksitas. Secara umum, pasar bisnis dapat dipilih menjadi pasar berikut ini :

  • Material dan suku cadang, misalnya bahan mentah, matrial babrikasih, dan suku cadand
  • Barang modal, misalnya bangunan/peralatan yang digunakan dalam produksi/operasi pembeli
  • Pasokan dan jasa, misalnya pasokan operasional , item perbaikan/pemeliharaa
Tipologi ini sangat berguna jika Anda ingin menyederhanakan issu yang rumit dan masih mencakup banyak hal.

Banyak manajer setiap hari berjuang keras memimpin dan memotivasi beberapa orang. Banyak CEO bergumul untuk memeras kinerja rata-rata dari perusahaan yang besarnya hanya sebagian ukuran GE.

Hasil dari kompleksitas yang sangat besar dalam produk industri adalah proses pembelian sering kali memerlukan pakar berkualitas dari kedua belah pihak. Sebaliknya pembelian barang konsumsi biasanya dapat diseelesaikan dengan sedikit bahan tampa keahlian.Berbeda dengan barang-barang konsumsi yang sering kali terstandarnisas, prodak industri cenderung menjadi solusi individu yang memerlukan kesesuaian tingkat tinggi. Dalam banyak kasus, mereka bahkan harus mengintegrasikan kesistem yang lebih besar dan sekali lagi memerlukan persyaratan yang sangat spesifikasi produk tertentu. Faktor-faktor ini berdampak besar pada cara pemasaran produk industri.

Sumber : Philip Kotler, Waldemar pfoertsch "B2B Brand management" hal 23-24

Tuesday, August 26, 2008

WIKONOMY

Barangkali Gooogle bukanlah satu-satunya penguasa yang harus kita cintai atau takuti saat ini. Terlepas dengan kehebatan yang dimilikinya, Wikipedia sedang menunggu yntuk masuk dalam pertempuran ekonomi selain kedua penguasa yang telah saya sebutkan. Wiki akan menjadi entitas atau penguasa yang sebentar lagi kita cintai dan kemungkinan kita benci kalau berbuat terlalu jauh (cross the line)

Sejarah akan berulang. Wiki akan menjadi penguasa ekonomi berikutnya dalam merebut banyak hati dalam seluruh dunia. Wekipedia akan menjadi sangat berkuasa dan kuat karena mampu menyediakan akses informasi yang akurat yag tadinya sulit diperoleh. Akan tetapi, penguasa yang satu ini tidak seperti dua penguasa sebelumnya. Mengapa? Karena penguasa ekonomi ini menjalankan kekuasaannya secara demokratis. Artinya, "Oleh Rakyat, Dari Rakyat dan Untuk Rakyar" tampa ada ambisi UUD (baca : Ujung-Ujungnya Duit). Namun jangan Anda berpikir ini semua adalah amal kebajikan (Kita akan lihat, siapa pun yang menyimpang dari tujuan asal dan terlalu croos the line akan mengalami hasil yang tragi, apalagi jika dilakukan bukan demi kepentingan rakyat: dari, oleh dan untuk rakyat).

Hal yang sedang terjadi sekarang adalah Wikipidia merasukan rasa takut pada saat meka masih belia, lain halnya dengan Google dan Microsoft. Wikipidea, sebagai penguasa ekonomi pada era informasi ini, akan bertahan selama bertahun-tahun ke depan. Seberapa besar Wikipedia nantinya? Apakah akan melebihi Google ? Apakah ensiklopedia online yang user-friendly ini akan mengalami nasib yang sama dengan penguasa sebelumnya ? Sebelum Anda bisa menjawabnya, mengapa Anda tidak memanfaatkan sang Wiki sekarang? Siapa tahu Anda mendapatkan sesuatu darinya untuk kepentingan ekonomi Anda!

Sumber : Google PR The Smart Side of Internet Public Relation, Bagaimana Strategi Mengomunikasikan Brand dan Produk Anda dendan Sangat Efektif Melalui Internet, hal 137-138

SEARCHONOMICS

Era outsorcing atau disebut Era Alih Daya bakal merupakan ciri kental dalam dekade-dekade ini. Outsorcing akan menjadi pilihan banyak perusahaan menekan cost. Outsorcing akan memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus dalam menjalankan core dan bisnis objektifnya.
Tidak mengherankan jika saat ini akan lebih banyak peluang bisnis dibandingkan dekade-dekade sebelumnya seputar supply alih-daya dan juga e-broker . Perusahaan melakukan jasa outsorcing untuk memenuhi berbagai keperluan dan tujuan bisnis dengan mengunakan jasa konsultan atau provider lain diberbagai bidang industri, retail, dan business service.

Dari pada mendirikan satu departemen tambahan yang ujung-ujungnya akan lebih banyak menyita resource dan biaya maintenace serta akan mengacukan focus pada era yang serba kompetitif dan serbamahal ini, banyak perusahaan memilih untuk melakukan alih -daya ke pihak lain setelah melakukan evaluasi sumber daya internal ataupun eksternal.

Karena hal inilah Andrew Goodman pada tahun 2000 melakukan istilah searchonomics. Media atau chennel apa yang paling disukai banyak orang dalam kegiatannya untuk mencari berbagai macam info dan produk pada era informasi ini ? Tidak lain dan tidak bukan, mereka akan lebih menyukai menggunakan situs pencari seperti Google, Yahoo, atau MSA. Dengan adanya koneksi internet, orang menjadi semakin dalam urusan cari-mencari.

Searchonomics telah banyak membantu individu meraih kebebasan finansial dan bekerja dimana saja dan kapan saja, membuat perusahaan kecil terlihat besar, menghasilkan netpreneur dengan modal minim atau hanya dengan modal know-how tampa modal fisik tau jadi perantara saja (brokership) , investasi dengan return lebih cepat, penghematan dal;am promosi dan branding membuat produk atau bisnis mereka mudah dicari oleh calon pembeli.

Mengingat sangat membantunya situs pencari dalam memuaskan rasa dahaga akan pencaharian, entah untuk kepentingan bisnis atau gaya hidup, mereka melirik mesin pencari sebagai fullfilment-nya. Gampangnya, Searchonomics menyiratkan ekonomi yang didasarkan pada melakukan pencaharian.

Sumber : Bob Julius Onggo " Google, The Smart Side of Internet Public Relation (Bagaimana Strategi Mengomunikasikan Brand dan Produk Anda dengan Sangat Efektif, hal 138-140

SEPULUH MEGATREN YANG MEMBENTUK PEMANDANGAN KONSUMEN

· Generasi Ledakan Bayi yang Menua. Ketika generasi ledakan bayi bertumbuh semakin menua, dampaknya terhadap pengeluaran konsumen terlalu keras mendapat tekanan. Karena tidak seperti generasi sebelumnya, generasi ledakan bayi memutuskan untuk menunda proses penuaan dan akan terus menghasilkan dan mengeluarkan ketika mereka sudah tua.

· Penundaan Pensiun. Generasi ledakan bayi sudah menunda setiap peraliha tahap kehidupan mereka seperti menikah dan mendapatkan anak. Dengan t tasangat mungkin bahwa mereka akan juga menunda pensiun mereka. Antara tahun 2000 dan 2010, Biro Statistik Tenaga Kerja meramalkan kenaikan 33 persen dalam jumlah orang berusia 65 sampai 74 tahun dalam angkatan kerja.

· Sifat Kerja yang Berubah. Lebih dari separuh angkatan kerja AS dipekerjakan dalam manajemen, dalam kedudukan profesional atau terkait, atau dalam penjualan atau posisi-posisi berbasis kantor lainnya.

· Pencapaian Pendidikan yang Lebih Tinggi Khususnya di kalangan Wanita. Dengan begitu banyaknya pekerjaan yang menuntut keterampilan intelektual, jumlah tamatan SLA yang masuk perguruan tinggi semakin tinggi. Implikasi jangka panjang dari tren ini adalah bahwa orang dengan pendidikan perguruan tinggi akan mendapatkan pendapatan seumur hidup yang lebih tinggi, dan harus ada suatu kenaikan dalam kekuasaan pendapatan wanita.

· Kekurangan Tenaga Kerja. Walaupun lebih banyak pekerja jasa dibutuhkan di wilayah suburban, lebih sedikit orang dapat hidup disana. Lokal-lokal suburban akan beralih ke otomatisasi layanan atau pengandalan lebih besar pada tenaga kerja imigran. Sebagaimana usia warga negara kita, pertumbuhan penduduk karena kelahiran baru lebih rendah dari pertumbuhan karena imigrasi.

· Pengaruh Meningkatnya Keturunan Spanyol. Sebagai kelompok minoritas terbesar di Amerika Serikat dengan 35 juta penduduk, penduduk keturunan spanyol diproyeksikan oleh Biro Sensus meningkat 35 persen dalam dasawarsa ini. Walaupun rumah tangga Spanyol hanya mewakili 9 persen rumah tangga AS pada tahun 2000, mereka membentuk 20 persen atau 4 juta yang akan lahir di AS tahun itu.

· Bergesernya Tren Kelahiran. Ini digambarkan oleh tiga minitren :

(1) Meningkatnya insiden kelahiran oleh wanita yang lebih tua -35 tahun keatas- dan mempunyai kemempuan pengeluaran lebih tinggi.

(2) Menurunnya jumlah kelahiran oleh remaja, dan

(3) Meningkatnya keanekaragaman di kalangan anak-anak muda. Kira-kira duapertiga wanita yang usia melahirkan adalah orang kulit putih non-Hispanic, tapi mereka menghasilkan kurang dari separuh (43,5%) kelahiran pada tahun 2000.

· Meluasnya Perebedaan Gografis.Tren ini memiliki dua unsur meningkatnya perbedaan demografis antara wilayah kota-kota, pinggiran kota, dan wilayah pedesaan, bersama dengan kenaikan dalam pasar konsumen regional yang mencolok. Sebagai contoh, sangat rendahnya pertumbuhan penduduk di New England mengakibatkan usia median sebesar 37,1 di wilayah itu dibandingkan dengan usia median sebesar 32,3 Di Texas atau 33,3 di California. Orang kulit putih non Hispanik membentik 84 prosen populasi total di New England, tetapi hanya 50prosen penduduk di Barat.

Sumber : Didapatkan dari “Top Trends for 2003” Amirican Demograf,(December2002/January 2003) 48-51

MERANCANG ALAT PEMASARAN YANG BERPENGARUH

Pengusaha pabrik, penyedia layanan dan pengecer mencari rancangan baru untuk menciptakan diferensiasi dan membangun hubungan yang lebih komplit dengan konsumen. Para pemasar holistik mengakui kekuatan emosional dari rancangan dan pentingnya bagaimana konsumen melihat dan merasakan sesuatu. Sekarang ini rancangan lebih sepenuhnya terpadu dengan proses manajemen pemasaran. Sebagai contoh:

·Setelah melihat beberapa merek mereka kehilangan pangsanya karena beralih ke pesaing yang memiliki rancangan dan estetika yang kuat, Procter & Gamble mengangkat seorang Chief Design Officer pada tahun 2001 dan sekarang memberikan satu hadiah AG Lafley Design pada setiap musim gugur. Lailey, CEO P&G mendapat penghargaan karena mendorong lebih banyak produk melibatkan rancangan mulai dari awal—bukan baru dipikirkan sesudahnya. Produk-produk ini, seperti Crest Whitestrip, Olay Daily Facial, dan keseluruhan lini produk Swiffer Quick Clean, telah menghasilkan banyak percobaan, lebih banyak pembelian, dan lebih banyak penjualan.

· IKEA dari Swedia menjadi salah satu dari pengecer melebihi puncak di dunia, sebagian karena kemampuannya untuk merancang dan membuat mebel murah yang kelihatannya tidak murah. Perusahaan Skandinavia lainnya, Nokia dari Finlandia, dihargai karena mengambil satu gumpalan hitam kecil dengan tombol-tombol tipis dan mengarahkannya ke obyek yang diinginkan. Nokia adalah yang pertama memperkenalkan kulit ponsel yang dapat diganti oleh pengguna, dan yang pertama memiliki bentuk yang ramah, lembut, berbentuk elips, dan yang pertama memiliki layer besar. Pada awal 1990an, Nokia hanya mengendalikan 12 persen pasar global untuk ponsel. Dewasa ini, Nokia adalah pemimpin di dunia dalam bidang handset dengan 38 persen pasar.

Dengan budaya yang semakin diorientasikan secara visual, penterjemahan arti merek dan penentuan posisi melalui rancangan itu penting. “Di pasar yang penuh sesak,” tulis Virginia Postrel dalam The Substance of Style,” estetika sering merupakan satu-satunya cara untuk membuat sebuh penetapan.

Pengusaha pabrik, penyedia layanan dan pengecer mencari rancangan baru untuk menciptakan diferensiasi dan membangun hubungan yang lebih komplit dengan konsumen. Para pemasar holistik mengakui kekuatan emosional dari rancangan dan pentingnya bagaimana konsumen melihat dan merasakan sesuatu. Sekarang ini rancangan lebih sepenuhnya terpadu dengan proses manajemen pemasaran. Sebagai contoh:

· Setelah melihat beberapa merek mereka kehilangan pangsanya karena beralih ke pesaing yang memiliki rancangan dan estetika yang kuat, Procter & Gamble mengangkat seorang Chief Design Officer pada tahun 2001 dan sekarang memberikan satu hadiah AG Lafley Design pada setiap musim gugur. Lailey, CEO P&G mendapat penghargaan karena mendorong lebih banyak produk melibatkan rancangan mulai dari awal—bukan baru dipikirkan sesudahnya. Produk-produk ini, seperti Crest Whitestrip, Olay Daily Facial, dan keseluruhan lini produk Swiffer Quick Clean, telah menghasilkan banyak percobaan, lebih banyak pembelian, dan lebih banyak penjualan.

· IKEA dari Swedia menjadi salah satu dari pengecer melebihi puncak di dunia, sebagian karena kemampuannya untuk merancang dan membuat mebel murah yang kelihatannya tidak murah. Perusahaan Skandinavia lainnya, Nokia dari Finlandia, dihargai karena mengambil satu gumpalan hitam kecil dengan tombol-tombol tipis dan mengarahkannya ke obyek yang diinginkan. Nokia adalah yang pertama memperkenalkan kulit ponsel yang dapat diganti oleh pengguna, dan yang pertama memiliki bentuk yang ramah, lembut, berbentuk elips, dan yang pertama memiliki layer besar. Pada awal 1990an, Nokia hanya mengendalikan 12 persen pasar global untuk ponsel. Dewasa ini, Nokia adalah pemimpin di dunia dalam bidang handset dengan 38 persen pasar.

Dengan budaya yang semakin diorientasikan secara visual, penterjemahan arti merek dan penentuan posisi melalui rancangan itu penting. “Di pasar yang penuh sesak,” tulis Virginia Postrel dalam The Substance of Style,” estetika sering merupakan satu-satunya cara untuk membuat sebuah…

Sumber: Philip Kotler "Majemen Pemasaran" Bab 12 Hal 13

MENEMBUS PASAR YANG PANAS

MENEMBUS PASAR YANG PANAS

Ketika bank National City Corp memutuskan untuk membuka 78 cabang baru di Chicago dua tahun lalu, perusahaan tersebut melakukan hal ini dengan memahami pasarnya. Dengan memperkirakan bahwa keturunan Hispanik akan mendominasi pertumbuhan populasi kota tersebut selama beberapa decade ke depan, bank itu mempekerjakan lusinan staf yang dapat berbahasa spanyol dan mencegak ribuan pamphlet mengkilat guna menarik imigran baru untuk membuka tabungan dan menjelaskan manfaat IRA bagi para keturunan Latih yang sudah lebih mapan. Tahun ini, bank terbesar ke-10 AS tersebut akan menggandakan anggaran pemasaran untuk kaum hispaniknya, dengan menargetkan keturunan latin kelas menengah melalui surat langsung yang menawarkan pendanaan hipotek dan tabungan pasar uang yang semuanya ditulis dalam bahasa spanyol.

Perekonomian komunitas Hispanik yang semakin bertumbuh sudah sangat dikenal. Jadi, apa yang mendorong bank ini untuk terus berkampanye? Pertama, fakta menunjukkan bahwa hanya sedikit keturunan Latin yang memiliki rekening di bank. Menurut peneliti pasar Simmonbs Inc., hamper 56% dari 40 juta keturunan Hispanik di AS tidak pernah memiliki rekening di bank.

Hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi bank. Dengan kekayaan kaum hispanik dan populasinya yang meningkat tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata AS, Federal Deposit Insurance Corporation (EDIC) memperkirakan bahwa lebih dari 50% pertumbuhan bank ritel selama 10 tahun mendatang akan berasal dari kaum Hispanik. Menurut Economy.com hal ini berarti bisnis baru senilai lebih dari $200 miliar, karena pendapatan bank ritel AS diperkirakan akan meningkat sebesar 44%, menjadi $963 miliar selama dekade ini.

Di Bank of America tahun lalu, iklan berbahasa Spanyol menghasilkan 1 juta rekening tabungan baru dari keturunan Hispanik—atau 25% dari seluruh rekening tabungan yang baru dibuka. Selain itu, Banco popular, bank yang tumbuh pesat dan berhasis di uerto Riko, kini mengirimkan truk-truk yang dipasangi konter teller ke lokasi-lokasi konstruksi di AS, sehingga para tenaga kerja Latin dapat menyimpan cek mereka secara langsung ke rekening tabungan. Dapat dikatakan bahwa di mana ada keturunan Latin tinggal dan bekerja, bank tidak akan berada jauh dari mereka.

Sumber: Brian Grow, “Tapping a Market That Is Hot, Hot, Hot,” Business Week, 17 Januari 2005, h.36.

KUNCI MENUJU KEPEMIMPINAN PASAR JANGKA-PANJANG

Pertanyaan tentang apa yang menentukan keberhasilan dari perusahaan-perusahaan sukses yang berumur panjang, diajikan dalam studi enam tahun yang dilakukan Collins dan Porras yang disebut Built to Last. Para peneliti dari Stanford mengidentifikasi dua perusahaan dalam masing-masing 18 industri, yang satunya mereka sebut “perusahaan visioner” dan yang lainnya “perusahaan pembanding.” Perusahaan-perusahaan visioner diakui sebagai pemimpin industri dan dikagumi secara luas; mereka menetapkan tujuan yang ambisius, mengkomunikasikan mereka dengan karyawan mereka, dan mencakup satu tujuan yang lebih jauh dari sekedar menghasilkan uang. Mereka juga jauh dari berprestasi ketimbang perusahaan pembanding. Perusahaan-perusahaan visioner mencakup General Electric, Hewlett-Packard, dan Boeing; perusahaan-perusahaan pembanding adalah Westinghouse, Texas Instrument, dan McDonnell Douglas.

Pengarang menemukan tiga kesamaan di antara 18 pemimpin pasar. Pertama, masing-masing perusahaan visioner memiliki perangkat nilai yang mencolok dan mereka tak pernah menyimpang dari nilai tersebut. Dengan demikian, IBM berpegang pada prinsip-prinsip tentang respek terhadap individu, kepuasan pelanggan, dan perbaikan mutu terus menerus di sepanjang sejarhnya; dan Johnson & Johnson berpegang pada prinsip yang tanggung jawab pertamanya adalah terhadap pelanggannya, kedua kepada karyawan, ketiga kepada masyarakatnya dan keempat pada pemegang saham. Kesamaan kedua adalah bahwa perusahaan visioner mengekspresikan tujuan mereka dalam istilah-istilah yang jelas. Xerox ingin meningkatkan “produktivitas kantor” dan Monsanto ingin “membantu mengakhiri, kelaparan di dunia.” Menurut Collins dan Porras, tujuan inti dari perusahaan seharusnya tidak dikacaukan dengan tujuan atau strategi bisnis spesifik dan seharusnya bukan hanya satu gambaran tentang lini produk perusahaan. Kesamaan ketiga adalah bahwa perusahaan visioner telah mengembangkan satu visi masa depan mereka dan bertindak untuk mengimplementasikannya. IBM telah dan berfungsi dengan baik dalam membangun kepemimpinan sebagai satu perusahaan “pusat jaringan” dan tidak sekedar pembuat komputer.

Dalam buku berikutnya, Good to Great, Collins menyajikan kajian tambahan tentang bagaimana cara mempertahankan kepemimpinan. Dia mendefinisikan transisi “baik-ke-besar” sebagai periode 10 tahun yang tandus disusul dengan 15 tahun peningkatan laba. Setelah menguji setiap perusahaan yang pernah masuk Fortune 500—jumlahnya hamper 1400—dia menemukan 11 yang memenuhi criteria: Abbott, Circuit City, Fannie Man, Gillette, Kinerly-Clark, Kroger, Nucor, Philip Morris, Pitney Bower, Waigreen, dan Wells Fargo. Setelah mengkonsenrasikan lagi ke 11 perusahaan ini dengan perusahaan-perusahaan pembanding yang tepat, bisa ditarik beberapa konklusi yang jelas. Walaupun semua perusahaan yang berhasil menjadi besar merupakan industri-industri yang mirip, dia menemukan bahwa melakukan peralihan dari baik ke besar tidak menuntut seorang CEO hebat dari luar, teknologi yang canggih, atau strategi bisnis yang dari dirinya sendiri disusun secara cermat. Sebaliknya, yang ditemukan sebagai kunci adalah budaya perusahaan yang mengidentifikasi dan mempromosikan orang-orang yang disiplin untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang disiplin. Yang paling efektif adalah para pemimpin yang memiliki paduan kerendahan hati pribadi dan keterpaduan profesi perusahaan-perusahaan yang beralih dari baik ke besar didorong oleh nilai dan tujuan inti yang jauh lebih besar dari sekedar menghasilkan uang.

Pertanyaan tentang apa yang menentukan keberhasilan dari perusahaan-perusahaan sukses yang berumur panjang, diajikan dalam studi enam tahun yang dilakukan Collins dan Porras yang disebut Built to Last. Para peneliti dari Stanford mengidentifikasi dua perusahaan dalam masing-masing 18 industri, yang satunya mereka sebut “perusahaan visioner” dan yang lainnya “perusahaan pembanding.” Perusahaan-perusahaan visioner diakui sebagai pemimpin industri dan dikagumi secara luas; mereka menetapkan tujuan yang ambisius, mengkomunikasikan mereka dengan karyawan mereka, dan mencakup satu tujuan yang lebih jauh dari sekedar menghasilkan uang. Mereka juga jauh dari berprestasi ketimbang perusahaan pembanding. Perusahaan-perusahaan visioner mencakup General Electric, Hewlett-Packard, dan Boeing; perusahaan-perusahaan pembanding adalah Westinghouse, Texas Instrument, dan McDonnell Douglas.

Pengarang menemukan tiga kesamaan di antara 18 pemimpin pasar. Pertama, masing-masing perusahaan visioner memiliki perangkat nilai yang mencolok dan mereka tak pernah menyimpang dari nilai tersebut. Dengan demikian, IBM berpegang pada prinsip-prinsip tentang respek terhadap individu, kepuasan pelanggan, dan perbaikan mutu terus menerus di sepanjang sejarhnya; dan Johnson & Johnson berpegang pada prinsip yang tanggung jawab pertamanya adalah terhadap pelanggannya, kedua kepada karyawan, ketiga kepada masyarakatnya dan keempat pada pemegang saham. Kesamaan kedua adalah bahwa perusahaan visioner mengekspresikan tujuan mereka dalam istilah-istilah yang jelas. Xerox ingin meningkatkan “produktivitas kantor” dan Monsanto ingin “membantu mengakhiri, kelaparan di dunia.” Menurut Collins dan Porras, tujuan inti dari perusahaan seharusnya tidak dikacaukan dengan tujuan atau strategi bisnis spesifik dan seharusnya bukan hanya satu gambaran tentang lini produk perusahaan. Kesamaan ketiga adalah bahwa perusahaan visioner telah mengembangkan satu visi masa depan mereka dan bertindak untuk mengimplementasikannya. IBM telah dan berfungsi dengan baik dalam membangun kepemimpinan sebagai satu perusahaan “pusat jaringan” dan tidak sekedar pembuat komputer.

Dalam buku berikutnya, Good to Great, Collins menyajikan kajian tambahan tentang bagaimana cara mempertahankan kepemimpinan. Dia mendefinisikan transisi “baik-ke-besar” sebagai periode 10 tahun yang tandus disusul dengan 15 tahun peningkatan laba. Setelah menguji setiap perusahaan yang pernah masuk Fortune 500—jumlahnya hamper 1400—dia menemukan 11 yang memenuhi criteria: Abbott, Circuit City, Fannie Man, Gillette, Kinerly-Clark, Kroger, Nucor, Philip Morris, Pitney Bower, Waigreen, dan Wells Fargo. Setelah mengkonsenrasikan lagi ke 11 perusahaan ini dengan perusahaan-perusahaan pembanding yang tepat, bisa ditarik beberapa konklusi yang jelas. Walaupun semua perusahaan yang berhasil menjadi besar merupakan industri-industri yang mirip, dia menemukan bahwa melakukan peralihan dari baik ke besar tidak menuntut seorang CEO hebat dari luar, teknologi yang canggih, atau strategi bisnis yang dari dirinya sendiri disusun secara cermat. Sebaliknya, yang ditemukan sebagai kunci adalah budaya perusahaan yang mengidentifikasi dan mempromosikan orang-orang yang disiplin untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang disiplin. Yang paling efektif adalah para pemimpin yang memiliki paduan kerendahan hati pribadi dan keterpaduan profesi perusahaan-perusahaan yang beralih dari baik ke besar didorong oleh nilai dan tujuan inti yang jauh lebih besar dari sekedar menghasilkan uang.

Sumber : Kotler "Manajemen Pemasaran, Bab 2 hal 53